Blog Details

Kondisi Logistik Indonesia

Bicara soal kondisi logistik di Indonesia kita tentu menemukan sisi gelap dan terang di dunia perlogistikan ini. Bagi Anda para pembisnis tentu perlu mengenali medan bagaimana kondisi logistik Indonesia saat ini. Bahkan Anda juga perlu menganalisis perkembangan ini. Mengapa demkian? Tentunya agara Anda menguasai medan perang. Anda perlu mengenali potensi serta tantangannya pula.

Tahukah Anda jika perkembangan logistik Indonesia diyakini juga menentukan untuk perkembangan ekonomi di Indonesia. Salah satu komponen dalam harga suatu produk juga ditentukan oleh biaya logistik. Oleh karena itu logistik Indonesia menjadi salah satu konsentrasi dari pemerintah untuk dilakukan improvisasi agar lebih efektif dan efisien.

Nah beriku ini merupakan salah satu hal yang dipandang sebagai komponen yang mempengaruhi biaya logistik Indonesia, tidak lain dan tidak bukan adalah infrastruktur yang tidak efektif dan efisien. Seperti yang kita ketahui bahwa pembanguna insfratruktur di Indonesia masih jauh tertinggal kalau kita bisa bandingkan dengan pembangunan insfrastruktur di negara lain.

Hal tersebut dapat kita lihat dalam kasus pelabuhan penyebrangan Merak-Bakauheni misalnya yang masih sering mengalami antrean panjang bahkan hingga berhari-hari, jarak tempuh lewat darat Jakarta-Surabaya semakin lama semakin memakan waktu.Bahkan jarak tempuh dari pabrik di sekitar Jabodetabek menuju jalur laut Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta memerlukan waktu yang semakin panjang dari waktu ke waktu karena truk pengangkut harus menembus kemacetan di sepanjang tol dalam kota yang kian parah setiap harinya.

Tantangan Logistik Indonesia

Lagi-lagi masalah lokasi yang strategis perlu menjadi perhatian. Peta wilayah geografis di Indonesia menjadi salah satu hal yang dipandang menjadi penyebab logistik Indonesia menjadi lebih mahal daripada negara lain.  Contohnya seperti ini, jika saja sarana seperti pelabuhan, stasiun dan kawasan pergudangan yang tidak terintegrasi maka justru akan menghambat proses distribusi. Selain itu berkaitan dengan masalah legal formal yang saling tumpang tindih. Beberapa hal tersebut oleh pemerintah sudah dijadikan sebagai pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan.

Nah jika sudah dalam kondisi demikian, sebagai perusahaan logistik tentu juga harus mampu untuk melakukan efisiensi ketika menjalankan jasanya. Hal tersebut dilakukan agar biaya logistik bisa semakin turun dan diharapkan konsumen pengguna jasa logistik mampu meningkatkan volume penjualan dan distribusinya.

Disini Indonesia masih mencari cara yang tepat untuk mengatasi tantangan logistik karena struktur geografisnya tersebut. Terlebih lagi, biaya logistik di Indonesia pun bisa dibilang tinggi. Kalau sudah begitu, transportasi multimoda menjadi solusi pengiriman barang yang lebih tepat. Transportasi multimoda bekerja dengan menggabukan penggunaan transportasi yang berbeda untuk bisa mencapai area-area terpencil atau susah untuk dijangkau.

Salah satu managing partner di Firma Modal Ventura East Ventures, Willson Cuaca pernah memberikan keterangan terkait kondisi logistik Indonesia.  Ia menjelaskah bahwa banyak yang salah paham dengan kondisi logistik di Indonesia, apalagi bila dilihat dari kacamata orang luar. Berbeda dengan India atau Tiongkok, Indonesia bukanlah sebuah daratan homogen besar, dan karena itu akan membutuhkan pendekatan transportasi multimoda hyperlocal yang terfragmentasi.

Nah oleh sebab itu industri logistik haruslah menawarkan layanan yang benar-benar dibutuhkan Indonesia, dari hulu ke hilir, yang mencakup berbagai elemen, seperti infrastruktur transportasi, kargo, konsolidasi hingga pergudangan.

Lalu apa upaya yang bisa dilakukan oleh Anda sebagai pembisnis atau perusahaan? Anda bisa melakukan perbaikan rangkai pasokan di Indonesia dan menyediakan solusi logistik bagi pelaku bisnis atau individu yang jika ingin menjangkau klien Anda dengan lebih efisien. Anda juga harus menciptakan platform tertentu atau khusus untuk penghubung operator gudang dan penyedian transportasi darat maupun laut yang siap menyewakan ruangan penyimpanan mereka.

Perlu Anda tahu pula kalau kebutuhan untuk mengatasi sejumlah masalah di atas, ditambah dengan pertumbuhane-commerce yang menargetkan pasar konsumen Indonesia, ikut membangun industri logistik yang pendapatannya diperkirakan akan mencapai Rp3.400 triliun (US$240 miliar) pada 2021. Lumayan berpengaruh kan?

Selain itu jika melihat perkembangannya,  pada 2016 logistik berkontribusi sebesar 24% dari nilai produk domestik bruto negara. Data Bank Dunia 2016 mengungkapkan bahwa Indonesia berada di posisi ke-63 dari 160 negara untuk performa logistik. Walaupun Indonesia masuk ke dalam 10 besar di antara negara dengan pendapatan tingkat menengah ke bawah, Indonesia masih memiliki peringkat di bawah sejumlah negara Asean seperti Vietnam, Malaysia, dan Singapura.

Logistik di Masa Pandemi

Kondisi terbaru saat ini, Anda perlu tahu kalau sektor logistik jadi salah satu sektor yang paling berdampak dari adanya pandemi Covid-19. Seperti yang kita ketahui bahwa hal ini tentu berkaitan dengan adanya kebijakan pemerintah yang melarang segala jenis operasi moda transportasi sebagai imbas dari adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Untuk menanggapi hal ini, Yukki Nugrahawan Hanafi sebagai Ketua Umum DPP Asosiasi Logistik dan Forwader Indonesia (ALFI) memberikan keterangan bahwa pihaknya telah menyiapkan berbagai Langkah agar operasional logistik tetap berjalan di tengah pandemi ini.

Berikut ini keterangnya saat diwawancarai oleh Samudranesia pada Sabtu, 25 April 2020. “Jika berbicara logistik akan sangat luas cakupannya namun dalam kaitan masa pandemi Covid -19 saat ini maka dapat kami fokuskan antara lain dalam klasifikasi logistik terkait komoditi yang ditangani, jenis moda transport yang digunakan, dan tata kelola distribusinya,” ungkap Yukki dalam pesan elektroniknya kepada Samudranesia.

Dalam pandangan Yukki Nugrahawan Hanafiia melihat jenis komoditi yang berdampak saat ini lebih dirasakan bagi komoditi ekspor, komoditi industri produsen otomotif, komoditi industri produsen elektronik dan sejenisnya . Sedangkan sebagian menjadi peluang bagi komoditi retail di antaranya industri alat kesehatan, obat-obatan, produsen masker, hand sanitizer dan sejenisnya.

Selanjutnya jika dilihat dari jenis tata kelola distribusinya maka saat ini dapat dikatakan menjadi angin segar bagi transaksi logsitik berbasis online atau daring karena menerapkan pola transaksi C to C (Customer to Customer) atau B to C (bussines to customer). Sementara semua kegiatan distribusi B to B (Bussines to bussines) seperti contoh logistik manufaktur, logistik ekspor telah menjadi kebalikannya yaitu terdampak sangat berat.

Tidak jauh berbeda dengan pendapat Wakil Ketua Umum DPP ALFI/ ILFA Bidang Supply Chain, Multimoda & E-commerce, Trismawan Sanjaya yang menilai dampak penurunan logistik terkait industri manufaktur dan ekspor hingga tergerus sampai 70 persen penurunan yang terjadi karena terhentinya kegiatan asset moda transport.

Keteangan lengkapnya ada pula di Samudranesia sebagai beriku, “Berkurangnya aktivitas tenaga kerja yang harus menyesuaikan dengan demand yang tersisa serta kondisi pergudangan yang mengalami kekosongan barang akibat tidak ada lagi supply bahan baku atau alokasi persediaan barang jadinya,  sementara kegiatan antaran barang online dan kurir mengalami kenaikan hingga 15-30 persen dari kondisi normal sebelumnya, dimana akibat perubahan pola belanja masyarakat akibat penerapan PSBB dan larangan mudik,” ungkap Trismawan.

Disini kita dapat melihat jika bagi pelaku logistik yang terdampak berat terutama yang berbasis transaksi B to B di masa penanggulangan Covid-19 akan sangat kesulitan menyikapi cash flow atau arus kas perusahaaan dimana biaya harus terus berjalan. pemasukan semakin surut bahkan kesulitan menagih pembayaran atas jasa yang telah dilakukan. Sebagian pelaku usaha mencoba mengatasi cash flow dengan mengubah cara termin pembayaran bahkan sampai mengurangi jumlah tenaga kerjanya.

Walaupun angkutan barang masih dapat melakukan kegiatan selama masa PSBB, namun tidak memberikan dampak positif bagi pelaku logistik terdampak yang telah disebutkan tadi.Melihat kondisi tersebut yang tidak dapat kita pastikan saat ini sampai kapan akan selesai maka sangat besar harapan terbantu secepatnya dari pemerintah kepada pelaku logistik terdampak tadi melalui stimulus perpajakan, stimulus perbankan, keringanan beban iuran BPJS, relaksasi penghapusan biaya Pendapatan Negara Bulan Pajak (PNBP) dan sejenisnya.

Begitulah rumitnya kondisi logistik Indonesia saat ini. Namun jika Anda mampu melihat potensi strategis dalam bidang ini, mungkin saja justru dapat mengembangkan situasi saat ini. Anda hanya perlu mengenali lebih jauh lagi medan logistik yang anda butuhkan agar bisnis Anda tetap berjalan lancar di masa pandemi seperti sekarang.

Open chat